Welcome To my Blog :)

Welcome to my blog.. :)

Tugas dan laporanku yang telah berlalu... xixixixiiii.. :D :P

Rabu, 02 September 2015

Contoh kasus dan hasil analisis Uji Binomial (Statistik Nonparametrik)

Kasus:
Misalnya kita ingin menyelidiki apakah suatu metode diet baru merupakan metode yang efektif menurunkan berat badan atau tidak. Dari beberapa wanita yang mengikuti metode diet tersebut diambil 10 wanita sebagai data sampel. Data berat badan ke 10 wanita tersebut sebelum dan sesudah diet adalah sebagai berikut:

Wanita
Sebelum
Sesudah
Tanda
1
58
60
-
2
60
54
+
3
61
58
+
4
69
62
+
5
64
58
+
6
62
59
+
7
56
54
+
8
63
60
+
9
68
62
+
10
59
58
+

Penyelesaian:

Hasil analisis dengan menggunakan software SPSS:
Binomial Test


Category
N
Observed Prop.
Test Prop.
Exact Sig. (2-tailed)
Berat_Badan
Group 1
Meningkat
1
.10
.50
.021
Group 2
Menurun
9
.90


Total

10
1.00



Hipotesis
H0 : P1 = P2
(Berat badan sampel sebelum dan sesudah diet adalah sama).
H1 : P1 ≠ P2 
(Berat badan sampel sesudah diet mengalami penurunan).
Taraf signifikansi
alpha = 5 % = 0,05
Daerah kritik
Menolak H0 jika p-value < α
Keputusan
Karena nilai p-value (0,021) < α (0.05), maka diputuskan bahwa H0 ditolak.
Kesimpulan
Berat badan sampel sesudah diet mengalami penurunan.


Kamis, 27 Agustus 2015

Contoh Kasus dan Hasil Analisis Regresi Berganda

Kali ini saya akan mengshare tugas kuliah (gak tau uda semester berapa.. :D), tapi karna keterbatasan saya, jadi ini saya share contoh kasus dan hasil saja.. untuk caranya, saya yakin uda banyak di blog tetangga.. :D
jadi anggep aja di sini kalian bisa nerapin ilmunya.. ambil contoh kasusnya dan coba di analisis dah.. Oy, ini saya pakai SPSS, klo untuk aplikasi lainya gtw hasilnya gimana, tpi yg jelas gak beda jauhlah dri angka yg ada di sini,.. :D Semoga bisa membantu yaa... ^_^
Ok dah, silahkan disimak... Selamat Belajar, Semangattt... :)

CONTOH KASUS:

Apakah ada pengaruh yang signifikan antara motivasi kerja dengan kemampuan pegawai secara bersama-sama terhadap pelayanan masyarakat?
No
X1
X2
Y
No
X1
X2
Y
1
48.00
97.00
61.00
33
42.00
67.00
54.00
2
47.00
77.00
40.00
34
41.00
58.00
50.00
3
47.00
99.00
48.00
35
55.00
90.00
61.00
4
41.00
77.00
54.00
36
68.00
77.00
47.00
5
41.00
77.00
34.00
37
61.00
99.00
68.00
6
42.00
55.00
48.00
38
61.00
109.00
82.00
7
61.00
88.00
68.00
39
54.00
76.00
67.00
8
69.00
120.00
67.00
40
48.00
75.00
69.00
9
62.00
87.00
67.00
41
40.00
77.00
55.00
10
65.00
87.00
75.00
42
34.00
67.00
48.00
11
48.00
50.00
56.00
43
48.00
68.00
47.00
12
52.00
87.00
60.00
44
38.00
67.00
55.00
13
47.00
87.00
47.00
45
55.00
89.00
61.00
14
47.00
87.00
60.00
46
62.00
87.00
61.00
15
47.00
81.00
61.00
47
68.00
87.00
68.00
16
41.00
55.00
47.00
48
56.00
87.00
65.00
17
55.00
88.00
68.00
49
38.00
65.00
70.00
18
75.00
98.00
68.00
50
61.00
98.00
75.00
19
62.00
87.00
74.00
51
68.00
105.00
61.00
20
68.00
87.00
75.00
52
60.00
78.00
54.00
21
48.00
44.00
55.00
53
55.00
77.00
60.00
22
49.00
94.00
61.00
54
27.00
66.00
55.00
23
48.00
77.00
46.00
55
48.00
66.00
55.00
24
54.00
55.00
61.00
56
40.00
55.00
47.00
25
54.00
76.00
58.00
57
40.00
78.00
56.00
26
48.00
65.00
50.00
58
48.00
79.00
54.00
27
61.00
90.00
68.00
59
38.00
75.00
69.00
28
54.00
119.00
75.00
60
57.00
98.00
74.00
29
68.00
119.00
75.00
61
68.00
98.00
68.00
30
68.00
98.00
75.00
62
61.00
87.00
66.00
31
47.00
55.00
56.00
63
35.00
87.00
61.00
32
41.00
66.00
61.00
64
40.00
77.00
69.00

HASIL ANALISIS:
- Pengujian Parameter secara Simultan
ANOVAb
Model
Sum of Squares
df
Mean Square
F
Sig.
1
Regression
2457.187
2
1228.593
19.553
.000a
Residual
3832.798
61
62.833


Total
6289.984
63



a. Predictors: (Constant), X2, X1
b. Dependent Variable: Y

Hipotesis
H0: Motivasi kerja dan kemampuan pegawai tidak berpengaruh secara simultan terhadap pelayanan masyarakat
H1: Minimal ada satu variabel X yang berpengaruh terhadap pelayanan masyarakat
Taraf signifikansi
α = 0,05
Daerah kritik
Menolak H0 jika P-value < α
Keputusan
Dari perhitungan didapat P-value (0,000) < α (0,05), maka diputuskan untuk menolak Ho
Kesimpulan
Minimal ada satu variabel X yang berpengaruh terhadap pelayanan masyarakat.

- Pengujian Parameter secara Parsial untuk Variabel Motivasi Kerja
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t
Sig.
B
Std. Error
Beta
1
(Constant)
26.776
5.484

4.882
.000
X1
.294
.119
.315
2.482
.016
X2
.227
.076
.379
2.980
.004
a. Dependent Variable: Y
Hipotesis
H0: Motivasi kerja tidak berpengaruh terhadap pelayanan masyarakat
H1: Motivasi kerja berpengaruh terhadap pelayanan masyarakat
Taraf signifikansi
α = 0,05
Daerah kritik
Menolak H0 jika P-value < α
Keputusan
Dari perhitungan didapat P-value (0,016) < α (0,05), maka diputuskan untuk menolak Ho
Kesimpulan
Motivasi kerja berpengaruh terhadap pelayanan masyarakat

- Pengujian Parameter secara Parsial untuk Variabel Kemampuan Pegawai
Hipotesis
H0: Kemampuan pegawai tidak berpengaruh terhadap pelayanan masyarakat
H1: Kemampuan pegawai berpengaruh terhadap pelayanan masyarakat
Taraf signifikansi
α = 0,05
Daerah kritik
Menolak H0 jika P-value < α
Keputusan
Dari perhitungan didapat P-value (0,004) < α (0,05), maka diputuskan untuk menolak Ho
Kesimpulan
Kemampuan pegawai berpengaruh terhadap pelayanan masyarakat

- Multikolinieritas
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t
Sig.
Collinearity Statistics
B
Std. Error
Beta
Tolerance
VIF
1
(Constant)
26.776
5.484

4.882
.000


X1
.294
.119
.315
2.482
.016
.618
1.618
X2
.227
.076
.379
2.980
.004
.618
1.618
a. Dependent Variable: Y

Karena nilai VIF kedua variabel kurang dari 10, yaitu sebesar 1,618 maka disimpulkan bahwa tidak terdapat multikolinieritas pada model regresi.

- Heteroskedastisitas
ANOVAb
Model
Sum of Squares
df
Mean Square
F
Sig.
1
Regression
14.026
2
7.013
.261
.771a
Residual
1636.717
61
26.831


Total
1650.744
63



a. Predictors: (Constant), X2, X1
b. Dependent Variable: absol

Hipotesis
H0: Tidak terjadi heteroskedasitas pada model regresi
H1: Terjadi heteroskedasitas pada model regresi
Taraf signifikansi
α = 0,05
Daerah kritik
Menolak Ho jika P-value < α
Keputusan
Dari perhitungan didapat P-value (0,771) > α (0,05) maka Ho gagal ditolak
Kesimpulan
Tidak terjadi heteroskedasitas pada model regresi

- Uji Autokorelasi
Model Summaryb
Model
R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
Durbin-Watson
1
.625a
.391
.371
7.92671
1.720
a. Predictors: (Constant), X2, X1
b. Dependent Variable: Y

Hipotesis
HoTidak terjadi autokorelasi pada model regresi
H1: Terjadi autokorelasi pada model regresi
Taraf signifikansi
α = 0,05
Daerah kritik
0 < d < dL                     → Ho ditolak (ada autokorelasi)
dL < d ≤ dU                  → Daerah keragu-raguan, tidak ada keputusan
dU ≤ d ≤ 4 – dU           → Ho diterima, tidak ada autokorelasi
4 – dU ≤ d ≤ 4 – dL      → Daerah keragu-raguan
4 – dL ≤ d ≤ 4               → Ho ditolak (ada autokorelasi)
Keputusan
Dari perhitungan didapat dU (1,6601) ≤ d (1,720) ≤ 4 – dU (2,3399) maka Ho gagal ditolak
Kesimpulan
Tidak terjadi autokorelasi pada model regresi

- Uji Kenormalan Residual
Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova
Shapiro-Wilk

Statistic
df
Sig.
Statistic
df
Sig.
Unstandardized Residual
.102
64
.096
.974
64
.203
a. Lilliefors Significance Correction

Hipotesis
Ho: Residual berdistribusi normal.
H1: Residual tidak berdistribusi normal.
Taraf signifikansi
α = 0,05
Daerah kritik
Menolak Ho jika P-value < α
Keputusan
Dari perhitungan didapat P-value (0,200) > α (0,05) maka Ho gagal ditolak
Kesimpulan
Residual berdistribusi normal.



- Estimasi Model
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t
Sig.
Collinearity Statistics
B
Std. Error
Beta
Tolerance
VIF
1
(Constant)
26.776
5.484

4.882
.000


x1
.294
.119
.315
2.482
.016
.618
1.618
x2
.227
.076
.379
2.980
.004
.618
1.618
a. Dependent Variable: y

Model yang diperoleh dari output di atas:
Y = 26,776 + 0,294 X1+ 0,227 X2

- Interpretasi Model
1.         Konstanta sebesar 26,776 menyatakan bahwa jika motivasi kerja dan kemampuan pegawai dianggap tidak berpengaruh, maka skor untuk pelayanan masyarakat adalah sebesar 26,776.
2.         Koefisien regresi sebesar 0,294 menyatakan bahwa setiap penambahan 1 skor motivasi kerja, maka skor pelayanan masyarakat akan meningkat sebesar 0,294 skor. Dan jika skor motivasi kerja menurun 1 skor, maka skor pelayanan masyarakat diprediksi akan mengalami penurunan sebesar 0,294 skor.
3.         Koefisien regresi sebesar 0,227 menyatakan bahwa setiap penambahan 1 skor kemampuan pegawai, maka skor pelayanan masyarakat akan meningkat sebesar 0,227 skor. Dan jika skor kemampuan pegawai menurun 1 skor, maka skor pelayanan masyarakat diprediksi akan mengalami penurunan sebesar 0,227 skor.

- Interpretasi  Nilai Koefisien Korelasi dan Koefisien Determinasi
Model Summaryb
Model
R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
Durbin-Watson
1
.625a
.391
.371
7.92671
1.720
a. Predictors: (Constant), x2, x1
b. Dependent Variable: y

1.      Nilai koefisien korelasi adalah 0,625, artinya hubungan antara motivasi kerja dan kemampuan pegawai terhadap pelayanan masyarakat adalah cukup berarti.
2.      Nilai koefisien determinasi adalah sebesar 0,391, artinyasebesar 39,1% variasi skor yang terjadi pada pelayanan masyarakat disebabkan oleh variasi skor motivasi kerja dan kemampuan pegawai. Sedangkan sisanya sebesar 60,9% tidak dapat dijelaskan karena disebabbkan oleh faktor lain yang tidak diketahui.