Welcome To my Blog :)

Welcome to my blog.. :)

Tugas dan laporanku yang telah berlalu... xixixixiiii.. :D :P

Sabtu, 17 Mei 2014

Tugas UJI T

UJI T

Uji T dikenal dengan uji parsial, yaitu untuk menguji bagaimana pengaruh masing-masing variabel bebasnya secara sendiri-sendiri terhadap variabel terikatnya. Uji ini dapat dilakukan dengan mambandingkan t hitung dengan t tabel atau dengan melihat kolom signifikansi pada masing-masing t hitung, proses uji t identik dengan Uji F (lihat perhitungan SPSS pada Coefficient Regression Full Model/Enter). Atau bisa diganti dengan Uji metode Stepwise.

Kasus:
            Produsen obat diet ingin mengetahui efektifitas pengaruh obatnya tehadap penurunan berat badan, maka diambil sebanyak 20 orang dengan berat badan 80 kg. 20 orang tersebut dibagi menjadi dua kelompok dengan perlakuan yang sama kecuali satu kelompok diberi obat diet dan satu lagi tidak. Setelah satu bulan, berat badan sampel ditimbang.
Tanpa obat                              Dengan obat
81                                            76
78                                            78
86                                            79
79                                            69
82                                            82
88                                            77
92                                            79
84                                            78
81                                            73
77                                            80
            Tentukan apakah  terdapat perbedaan rata-rata efektifitas pengaruh obat terhadap penurunan berat badan antara yang meminum obat dan orang yang tidak meminum obat. Gunakan tingkat kepercayaan 95 %.

Jawab:
11. Uji Kenormalan Data
Hipotesis:
            H0: Data berdistribusi normal
            H1: Data tidak beristribusi normal
Taraf  signifikasi:
           alpha = 5%
Daerah Kritik:
Menolak H0 jika nilai P-Value < alpha
Keputusan:
Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova
Shapiro-Wilk

Statistic
df
Sig.
Statistic
df
Sig.
data
.143
20
.200*
.960
20
.546
a. Lilliefors Significance Correction



*. This is a lower bound of the true significance.











Berdasarkan analisis diperoleh P-Value ( 0,200 ) >alpha 5% , maka dapat diputuskan untuk menerima H0.
Kesimpulan:
                        Data berdistribusi normal.

22. Uji Kehomogenan Variansi
Hipotesis:
            H0: Variansi kedua populasi adalah sama.
            H1: Variansi kedua populasi adalah berbeda.
Taraf Signifikasi:
           alpha = 5%
Daerah kritik:
Menolak H0 jika P-Value < alpha

            Keputusan:
Test of Homogeneity of Variance


Levene Statistic
df1
df2
Sig.
data
Based on Mean
.927
1
18
.349
Based on Median
.683
1
18
.419
Based on Median and with adjusted df
.683
1
17.763
.419
Based on trimmed mean
.881
1
18
.360
                       






                        Berdasarkan analisis diperoleh P-value ( 0,349 ) > , maka H0 diterima.
            Kesimpulan:
                        Variansi kedua populasi adalah sama.

33.   UJI T
Hipotesis:
               H0: Tidak terdapat perbedaan efektifitas pengaruh obat terhadap penurunan berat badan antara yang meminum obat dan orang yang tidak meminum obat.
               H1: Terdapat perbedaan rata-rata efektifitas pengaruh obat terhadap penurunan berat badan antara yang meminum obat dan orang yang tidak meminum obat.
Taraf signifikasi:
                    alpha = 5%
Daerah kritik:
 Menolak H0 jika P-Value < alpha

Keputusan:     
Independent Samples Test


Levene's Test for Equality of Variances
t-test for Equality of Means


F
Sig.
t
df
Sig. (2-tailed)
Mean Difference
Std. Error Difference
95% Confidence Interval of the Difference


Lower
Upper
data
Equal variances assumed
.927
.349
2.993
18
.008
5.700
1.905
1.698
9.702
Equal variances not assumed


2.993
17.059
.008
5.700
1.905
1.683
9.717

Berdasarkan analisis diperoleh P-value ( 0,008 ) < , maka H0 ditolak.
            Kesimpulan:

    Terdapat perbedaan rata-rata efektifitas pengaruh obat terhadap penurunan berat badan antara yang meminum obat dan orang yang tidak meminum obat.

Jumat, 16 Mei 2014

Program Dasar Turbo Pascal

Berikut beberapa program dasar yang sering digunakan pada Turbo Pascal:

1.     PROSEDUR
Prosedur (procedure) merupakan suatu blok kode program yang disusun untuk menyelesaikan masalah umum. Misalkan dalam bahasa pemrograman pascal dikenal prosedur-prosedur seperti writeln, clrscr, textbackground, textcolor, readln, dsb. Pemanggilan prosedur-prosedur tersebut bervariasi antara satu prosedur dengan prosedur yang lainnya.
Contoh:
uses wincrt;
procedure luas(r:integer);
var
 luas:real;
begin
 Luas:=3.14*r*r;
 write('luas lingkaran adalah=',luas:3:3);
end;
var
 r:integer;
begin
 writeln('masukkan jari-jari:');readln(r);
 luas(r);
end.

2.  FUNCTION
Prosedur menerima data atau variabel ketika mereka dieksekusi. Fungsi juga menerima data, tetapi memiliki kemampuan untuk mengembalikan nilai ke prosedur atau program yang memintanya. Fungsi yang digunakan untuk melakukan tugas-tugas matematika seperti perhitungan faktorial.
Contoh:
uses wincrt;
Function Spasi(X:word):string;
var
s:string[255];
begin
fillchar(s,sizeOf(s),' ');
s[0]:=char(X);
spasi:=s;
end;
begin
writeln('Halo',spasi(5),'Saya',spasi(15),'Pascal');

end.

3.  LARIK (ARRAY)
Array adalah tipe data terstruktur yang terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang mempunyai tipe sama. Komponen tersebut disebut sebagai komponen type dan larik serta mempunyai jumlah komponen yang jumlahnya tetap. Banyaknya komponen dalam larik ditunjukkan oleh suatu index, dimana tiap komponen di array dapat diakses dengan menunjukkan nilai indexnya atau subskript.
Array dapat bertipe data sederhana seperti byte, word, integer, real, bolean, char, string dan tipe data scalar atau subrange. Tipe larik mengartikan isi dari larik atau komponen-komponenya mempunyai nilai dengan tipe data tersebut.
     Contoh:

uses wincrt;
var
 i,y,t:integer;
 total,jumlah:real;
begin
 write('Masukkan berapa lap ?');readln(t);
 i:=0;
 total:=0;

 repeat
 i:=i+1;
 write('Waktu pembalap lap ke-',i,'=');readln(y);
 total:=total+y;
 until i=(t);
 jumlah:=total/t;
 writeln;
 writeln('Kecepatan rata-rata motor adalah=',jumlah:4:2);
end.

4.  RECORD
Record dapat dikatakan sebagai suatu kumpulan data item yang masing-masing mempunyai jenis data berbeda.
Data item yang merupakan elemen record biasanya disebut dengan FIELD.
CARA MENDEKLARASIKAN RECORD
Bentuk umum deklarasi suatu variabel berjenis record adalah sbb :
Contoh:
            uses wincrt;
Type
 Hasil = Record
            Jarijari : real;
             keliling : real;

             luas     : real;
            Lingkaran:real;
            end;
 Var
             Lingkaran : Hasil;
             begin
             Write('jari-jari lingkaran ? '); Readln(Lingkaran.Jarijari);
             Lingkaran.keliling := 2*PI*Lingkaran.jarijari;
             Lingkaran.Luas     := PI*sqr(Lingkaran.jarijari);
              writeln;
             writeln('keliling lingkaran = ',Lingkaran.keliling:7:2);
            writeln('Luas lingkaran      = ',Lingkaran.Luas:7:2);
             End.


LEBIH LANJUT TENTANG MEMASUKKAN DATA PADA TURBO PASCAL

2.     LEBIH LANJUT TENTANG MEMASUKKAN DATA
2.1 Mengecek data yang salah
Program pascal merupakan pogram yang menggunakan bermacam-macam tipe data. Bila suatu variabel telah dideklarasikan dengan tipe atau data tertentu, ada beberapa tipe tertentu yang tidak dapat di isi dengan nilai data yang lain. Misalnya data ataupun data integer tidak dapat di isi dengan data karakter ataupun string, karena apabila tetap dilakukan maka, akan mengakibatkan terjadinya run time error (kesalahan suatu proses) dan proses program dihentikan.
Untuk mengatasi ini, maka pemasukkan data dapat dideteksi kebenarannya. Compiler directive {$I-} dapat di gunakan untuk membiarkan kesalahan yang terjadi pada proses input maupun output sehingga tidak terjadi run time error dan compiler directive , sedangkan {I+} dapt digunakan untuk mengembalikan ke keadaan semula.
Contoh:
uses wincrt;
var
 N,I,Faktorial  :integer;
 HasilIO        :integer;
Begin
 Repeat
{$I-}
 write('berapa faktorial ?');Readln(N);
 {$I+}
HasilIO:=IOResult;
 If HasilIO<>0Then
  writeln('data yang dimasukkan salah, ulangi !!!')
 Until HasilIO=0;
 Faktorial:=1;
 For I:=2 to N Do Faktorial:=Faktorial*I;
 writeln;
 writeln(N,'faktorial=',Faktorial);

End.

2.2 Menunggu Penekanan Tombol Enter
Prosedure standar READLN yang tidak mempergunakan parameter dapat digunakan untuk maksud menunggu penekanan tombol Enter. Sering kali dalam suatu program, suatu tampilan di layar akan dipertahankan terlebih dahulu sebelum layar dibersihkan untuk ditampilkan dengan tampilan yang lain. Jika layar tidak dipertahankan , maka tampilan sebelumnya ini akan terus hilang dan belum sempat terbaca. Untuk mengatasinya maka. Di gunakan prosedure standart READLN, yaitu mempertahankan tampilan layar sampai ditekan tombol Enter.
Contoh program:
uses wincrt;
begin
     write ('Tekanlah tombol Enter...');readln;
     clrscr;
     writeln ('halo apa kabar?');
end.


2.3     Menunggu penekanan tombol sembarang
Program ini akan terus berlanjut sampai user atau pengguna akan menekan tombol sembarang pada keyboard.
Contoh:
uses wincrt;
var
  i:integer;
begin
  while not keypressed do
   writeln('I love you forever..');
   end.

2.4     Fungsi readkey
Fungsi standart Readkey dapat digunakan untuk 3 macam keperluan, yaitu:
1.  Bersifat seperti fungsi standart KeyPressed, yaitu menunggu penekanan suatu tombol sembarang.
Contoh:
Uses wincrt;
Var
            Tekan:char;
Begin
            Writeln(‘halo apa kabar?’);
            Writeln;
            Writeln(‘tekan sembarang tombol untuk mengetahui nama saya...’);
            Tekan:=Readkey;
            Write(‘nama saya adalah Pascal’);
End.


2.      Untuk memasukkan sebuah nama tau karakter dari tombol yang ditekan tampa ditampilkan dilayar.
Uses wincrt;
Var
            Tekan:char;
Begin
            Writeln(‘Tekanlah sembarang tombol...’);
            Tekan:=Readkey;
            Writeln(‘yang anda tekan adalah tombol ’,Tekan);
            End.

3. Untuk mendeteksi extended code dari tombol yand ditekan.
Uses wincrt;
Var
            Tombol:char;
Begin
            Tombol:=Readkey;
If (tombol=#0) then
Begin
            Tombol:=Readkey;
If (tombol=#59) then
Writeln (‘tombol F1 yang ditekan’)
 Else
            Writeln (‘tombol extended code lain yang ditekan’);
End
Else
            Writeln(‘tombol yang ditekan adalah’,Tombol’);

End.



Operasi String pada Turbo Pascal

1.     Operasi String pada Turbo Pascal
1.1 Merangkai String
Pengerjaan suatu string hanya mempunyai sebuah operator, yaitu ‘ + ‘. Bila operator ini digunakan untuk penambahan nilai numeric, maka akan berfungsi menjumlahkan dua buah nilai elemen numeric, tetapi pada string operator ini digunakan untuk merangkai dua buah elemen string menjadi sebuah string. Panjang maksimum suatu string yang diijinkan oleh Pascal adalah 255 karakter.
Contoh :
program merangkai_nilai_nilai;
uses wincrt;
const
     jenis='Bahasa';
     nama='TURBO Pascal';
var
   sifat:string[12];
   kalimat:string[80];
begin
     sifat:='terstruktur';
     kalimat:=Jenis+' '+nama+' '+'merupakan '+jenis+' '+sifat;
     writeln(kalimat);

end.

1.2 Penyeleksian String
Dua buah string dikatakan sama bila nilai string yang pertama sama isi dan panjangnya dengan nilai string yang kedua. Blank dianggap nilai yang signifikan.
Contoh:
uses wincrt;
var
 NamaBahasa: string[16];
begin
 write('Bahasa apa yang anda gunakan ?');
 Readln(NamaBahasa);
 if NamaBahasa = 'Pascal' Then
  writeln('Benar !!!')
 Else
  writeln('Salah !!!');
End.

1.3 Prosedur Standar untuk Operasi String
1.3.1 Prosedur Standar Delete
Bentuk Umum :
Delete (var s : string, index : integer, count : integer);
Manipulasi String
Algoritma & Pemrogram 2A
Digunakan untuk membuang sejumlah karakter tertentu (jumlah karakter yang dibuang ditunjukkan oleh nilai integer count) mulai dari posisi tertentu (ditunjukkan oleh nilai integer index) dari suatu nilai string ditunjukkan oleh pengenal variable string var s). Jika posisi index lebih besar dari panjang string s, maka tidak ada karakter yang akan terhapus.
            Contoh:
            uses wincrt;
var
 Bahasa         : String[12];
 Urutan, Posisi : integer;
begin
 Bahasa         :='Turbo Pascal';
 For Urutan     :=1 to 12 Do
 begin
 Posisi        :=14-Urutan;
 Delete(Bahasa, Posisi, 1);
 writeln(Bahasa);
 End;
End.

1.3.2 Prosedur Standar Insert

Bentuk Umum :
Insert ( source : string , var s : string , index : integer );
Digunakan untuk menyisipkan suatu string (ditunjukkan oleh nilai string source), ke nilai string yang lainnya (ditunjukkan oleh nilai string var s) mulai dari posisi yang ditunjukkan oleh nilai integer index.
            Contoh:
Uses wincrt;
Var
            Nama               : string[14];
Begin
            Nama:='Ety Kurniasih';
            Writeln(Nama);
            Insert('.',Nama,4);
            Writeln(Nama);
End.

1.4 Fungsi standar untuk operasi string

            Bentuk Umum :
Copy (s : string ; index : integer ; count : integer ) : string;
Digunakan untuk menyalin sejumlah karakter (jumlah karakter yang disalin ditunjukkan oleh nilai count) mulai dari posisi yang ditunjukkan oleh nilai integer index dari nilai string yang ditunjukkan oleh s.
Contoh:
uses wincrt;
var
            Karakter       :String[15];
begin
 Karakter :='ABCDEFGHIJKLMNO';
 writeln(Karakter);
            writeln(copy(karakter,5,3));
            writeln(copy(karakter,3,10));
End.


Selasa, 19 Maret 2013

Pemrograman Turbo Paskal

Hari ini, pas menunggu dijemputi kk q, aq ngenet sama ade tingkat q di depan kampus. Dan dia menanyakan soal pemrograman komputer (matkul ku waktu semester 2), tapi masalahnya, karena otak ku gak begitu berpotensi dalam mengingatkan sesuatu, alhasil aku gak bisa memberikan bantuan yang berarti buat dia.. :\ O'o..

Sampe di kost, akhirnya buka lagi file semester 2, ini ne beberapa program (program turbo pascal) yang tadi ditanyain (N gak bisa Q kerjain td..!!).. yang dulu bisa ku kerjain.. :P
Entah ne dulu TM alias tiket masuk (kalo gak dikerjain gak bisa masuk!! Jd, mau gak mau harus dikerjain :D :P) .. hahaa

1. Menentukan bilangan terbesar
  • Cara 1:
      program soal_1a;
uses wincrt;
var
b1,b2,b3:integer;
begin
     writeln ('^Program ini akan membantu anda menentukan nilai terbesar dari tiga bilangan bulat^');
     write('Masukkan bilangan pertama =',' ');readln(b1);
     write('Masukkan bilangan kedua =',' ');readln(b2);
     write('Masukkan bilangan ketiga =',' ');readln(b3);
     if (b1>b2) and (b1>b3) then
     writeln (b1,' adalah nilai terbesar')
     else
     if (b2>b3) and (b2>b1) then
     writeln (b2,' adalah nilai terbesar')
     else
     writeln (b3,' adalah nilai terbesar');
     writeln;
     writeln;   
     writeln('"Terima kasih telah menggunakan program ini ^.^"');
     writeln('                  See You Again...             ');
end.

  • Cara 2:
program soal_1b;
uses wincrt;
function terbesar(var a,b,c:integer):integer;
begin
     if (a>b) and (a>c) then terbesar:=a
     else
     if (b>a) and (b>c) then terbesar:=b
     else
     terbesar:=c
     end;

var
b1,b2,b3:integer;

begin
     writeln('^-^ Program mencari nilai terbesar dari tiga bilangan bulat ^-^');
     writeln;             
     writeln;
     write('Masukkan bilangan b1 =',' ');readln(b1);
     write('Masukkan bilangan b2 =',' ');readln(b2);
     write('Masukkan bilangan b3 =',' ');readln(b3);
     writeln;
     writeln('Angka terbesar adalah',' ',terbesar(b1,b2,b3));
     writeln;
     writeln('             Terimakasih sudah menggunakan program ini..');
     writeln('                    "..See You Again.."');
end.


2. Program Mencari Akar Persamaan Kuadrat

     program solusi_persamaan_kuadrat;
uses wincrt;
Var
a,b,c,x,y,D: real;
begin
      writeln('Program ini akan membantu anda mencari akar-akar dari persamaan kuadrat:ax^2+bx+c') ;
      write('Masukkan nilai a =');readln(a);
      write('Masukkan nilai b =');readln(b);
      write('Masukkan nilai c =');readln(c);
      D:=(b*b)-4*a*c;
      if d<0 then writeln('Oupss., angka yang anda masukkan tidak memiliki akar real');
      x:=(-b+sqrt(d))/(2*a) ;
      y:=(-b-sqrt(d))/(2*a) ;
      writeln;
      writeln('Nilai distriminan (D)=',D);
      writeln('Nilai x=',b);
      writeln('Nilai y=',c);
      writeln('Nilai x1:=',x:2:2);
      writeln('Nilai x2:=',y:2:2);
end.